Roymundussetya’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MEMBANGUN KOMUNIKASI DENGAN GURU

Posted by roymundussetya pada November 25, 2008

Hubungan antara guru dan siswa adalah hubungan timbal balik atau interaksi. Sehingga seyogyanya bila ada sesuatu yang mengganggu proses belajar di kelas segera diselesaikan bersama, bukan sendiri-sendiri. Siswa harus proaktif dan memiliki inisiatif untuk menyelesaikan masalah. Guru harus proposional dalam menempatkan diri, kerena subyek pendidikan adalah siswa maka guru sebagai fasilitator harus siap melayani. Permasalahan yang sering muncul dalam hubungan antara guru dan siswa contohnya : guru mengajar terlalu cepat, guru mengajar tidak jelas, guru mudah marah, tidak obyektif dalam bersikap terhadap semua siswa, kurang menarik dalam mengajar dll. Terlepas dari apakah penilaian siswa terhadap guru itu juga obyekti, tetapi  kita akan mengurai agar masalah yang sering timbul di kelas bisa diatasi.

Apabila ada permasalahan yang dirasakan mengganggu kegiatan belajar di kelas atau dalam hubungan keseharian antara guru dan siswa, perlu adanya komunikasi yang baik untuk menyelesaikannya. Tahap-tahap yang ditawarkan agar kita bisa menjalin komunikasi yang ideal dengan guru ;

  1. Pilihlah waktu yang tepat : Pemilihan waktu ini penting karena biasanya penyelesaian masalah membutuhkan waktu yang cukup untuk menuntaskannya.
  2. Buatlah janji ketemu : Kita harus membuat janji untuk ketemu, sehingga kedua belah pihak dapat fokus pada kepentingan mereka ketika bertemu.
  3. Jangan memaksa : Bila tidak ada kesepakatan waktu atau ketersediaan guru jangan memaksa untuk bicara, karena justru kan menjadi masalah baru.
  4. Kalau sudah ketemu dan waktu tersedia : mulailah dengan membuka pembicaraan ringan dulu jangan langsung ke masalah.
  5. Katakan masalah : Sampaikanlah masalah yang sedang dihadapi dengan sistematis, ungkapkan pula akibat dari masalah itu. Misalnya, guru mengajar terlalu cepat : tidak semua siswa siap dengan cara mengajar “Bapak/ Ibu”, karena latar belakang kemampuan yang berbeda. Akibat guru mengajar cepat, siswa kesulitan dalam menangkap, mempelajari materi.
  6. Minta saran : Ada kemungkinan guru tidak mau berubah karena punya alasan, siswa harus minta saran kepada guru sebaiknya bagaimana menyesuaikan diri dengan gaya mengajar guru.
  7. Libatkan pihak ketiga : bila menyangkut hal-hal yang sensitif dan bukan menjadi porsi siswa untuk menyelesaikannya, mintalah bantuan pihak ketiga. Bisa wali kelas atau guru BK/BP.
  8. Setiap permasalhan harus diselesaikan, jangan dikumpulkan sehingga menjadi gunung masalah yang dapat runtuh sewaktu-waktu. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Semakin kita mampu menyelesaikan masalah, berarti kita semakin cerdas dan terampil dalam menjalani hidup ini.

Semoga tulisan ini menjadi referensi bagi siapapun, selamat mencoba dan selamat belajar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: